Minggu, 23 Mei 2010

KETIKA MATA BERBICARA



KETIKA MATA BERBICARA



Setetes air putih bening bergulir dari indah matanya

Entahlah, apakah suka atau duka akan maknanya ?

Namun bibirmu mengatakan sedih sedang kau derita

Habiskanlah air mata itu, agar bisa kau jelang bahagia


Ribuan kilo jalan sudah kau tempuh dengannya

Kata-kata manis pun kerap terucap dari bibirnya

Cacian dan makian kadang mewarnai ucapannya

Kau sabar dan tetap menyayangi walau nestapa


Kini tatapan kasih sayang itu telah lama tiada

Hanya tatapan angkara yang mewarnai murka

Masih kau simpan rasa itu walau menderita

Dalam hati dan sanubari yang selalu terjaga


Biarlah menjalani sisa hidup ini dengan segala asa

Biarlah mentari itu menyinari walau setengah mata

Biarlah rembulan itu menerangi malam yang gulita

Kau pun tetap tinggal dengan sabar yang masih ada


Tengoklah ke depan, jalan itu masih luas terbuka

Tengoklah ke samping, kau masih banyak saudara

Tengoklah ke belakang, kau banyak yang menyerta

Tengoklah ke bawah, kau masih berpijak di bumi-Nya

Tengoklah ke atas, Tuhanmu akan mengabulkan doa


Jangan kau diam, segera katakan keluh kesah di dada

Tundukkan dirimu dan bersujudlah pada Yang Kuasa

Dekap erat niat dan tekadmu atas nama Sang Pencipta

Karena sungguh Allah Maha Pembolak-balik hati manusia


Ya Allah, kenapa perjalanan itu tampak sia-sia

Hingga mereka memandang dengan penuh hina

Engkau Maha Mengerti ketika mata itu berbicara

Biarkanlah, asal Engkau tetap bersama dengan cinta





Karya: AnakAngon

(Dibuat pada hari Minggu, tanggal 09 Mei 2010)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar