KETIKA MATA BERBICARA
Setetes air putih bening bergulir dari indah matanya
Entahlah, apakah suka atau duka akan maknanya ?
Namun bibirmu mengatakan sedih sedang kau derita
Habiskanlah air mata itu, agar bisa kau jelang bahagia
Ribuan kilo jalan sudah kau tempuh dengannya
Kata-kata manis pun kerap terucap dari bibirnya
Cacian dan makian kadang mewarnai ucapannya
Kau sabar dan tetap menyayangi walau nestapa
Kini tatapan kasih sayang itu telah lama tiada
Hanya tatapan angkara yang mewarnai murka
Masih kau simpan rasa itu walau menderita
Dalam hati dan sanubari yang selalu terjaga
Biarlah menjalani sisa hidup ini dengan segala asa
Biarlah mentari itu menyinari walau setengah mata
Biarlah rembulan itu menerangi malam yang gulita
Kau pun tetap tinggal dengan sabar yang masih ada
Tengoklah ke depan, jalan itu masih luas terbuka
Tengoklah ke samping, kau masih banyak saudara
Tengoklah ke belakang, kau banyak yang menyerta
Tengoklah ke bawah, kau masih berpijak di bumi-Nya
Tengoklah ke atas, Tuhanmu akan mengabulkan doa
Jangan kau diam, segera katakan keluh kesah di dada
Tundukkan dirimu dan bersujudlah pada Yang Kuasa
Dekap erat niat dan tekadmu atas nama Sang Pencipta
Karena sungguh Allah Maha Pembolak-balik hati manusia
Ya Allah, kenapa perjalanan itu tampak sia-sia
Hingga mereka memandang dengan penuh hina
Engkau Maha Mengerti ketika mata itu berbicara
Biarkanlah, asal Engkau tetap bersama dengan cinta
Karya: AnakAngon
(Dibuat pada hari Minggu, tanggal 09 Mei 2010)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar